Sabtu, 29 Oktober 2016

Mengenal Tanaman Rami (Boehmeria nivea)

Mengenal Tanaman Rami (Boehmeria nivea)


Hasil gambar untuk tanamanrami

Rami yang dalam bahasa latin dikenal dengan sebutan Boehmeria nivea adalah tanaman penghasil serat untuk bahan baku tekstil. Rami ini dikenal karena seratnya yang kuat dibandingkan serat kapas. Tanaman rami ini sudah dikenal sejak ribuan tahun sebelum masehi, namun demikian industri rami secara komersial baru berkembang setelah tahun 1930 an. Penghasil serat rami terbesar di dunia saat ini adalah Cina, Filipina, Vietnam, Bangadesh dan Brasil. Usaha pengembangan rami sebagai salah satu tanaman penghasil serat cukup memiliki prospek yang luas, karena hingga saat ini industri tekstil Indonesia masih sangat tergantung pada impor kapas, dimana sebesar 99% bahan baku teksil berupa serat kapas yang digunakan oleh industri tekstil di Indonesia berasal dari impor. Karakteristik tanaman Rami

Rami merupakan tanaman tahunan berumpun yang menghasilkan serat dari kulit kayunya. Disamping kulit kayunya yang dimanfaatkan sebagai penghasil serat, daunnya juga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk dan pakan ternak, bahkan pucuk daun rami dapat dijadikan sebagai minuman kesehatan.

Di Jawa barat, tanaman rami dikenal dengan nama haramay, sedangkan di Minangkabau dikenal dengan romin. Di Sumatera Barat disebut kelu dan di Sulawesi dikenal dengan gambe. Dalam perdagangan internasional tanaman ini dikenal dengan sebutan ramie. Ada dua spesies yang populer di Indonesia yaitu Boehmeria nivea var. appropriate yang permukaan daunnya berwarna putih keperakan dan Boehmeria nivea var. tenaccisima dengan permukaan bawah daun berwarna hijau dan lebih sempit.

Sistematika botani tanaman rami sebagai berikut: Divisi: Magnoliophyta, Kelas: Magnoliosida, Subkelas: Hammamelidae, Ordo: Urticales, Famili: Urticaceae, Genus: Boehmeria, dan Spesies: Boemenia nivea.

Morfologi tanaman rami:

Akar: Rami mempunyai dua sistem perakaran, yaitu akar umbi dan akar reproduksi. Akar umbi adalah pangkal akar yang menembus tanah sampai kedalaman 25 cm. Akar ini lebih berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan. Akar reproduksi (rizhoma) adalah akar yang menjalar di bawah permukaan tanah sedalam kira-kira 10 cm. Pada rizhoma terdapat banyak mata fishes yang dapat digunakan untuk perbanyakan tanaman.

Batang: Batang rami tinggi inclining. Bentuknya silindris dengan breadth 12-20 mm. Ketinggian batang rami berkisar 200-250 cm. Namun demikian ada beberapa jenis atau klon yang bisa mencapai ketinggian hingga 300 cm. Batang biasanya akan bercabang jika terpotong. Akan tetapi pertumbuhan cabang ini tidak dikehendaki karena serat diambil dari batang. Dengan demikian maka pertumbuhan cabang pada batang akan menurunkan produksi dan kualitas serat.

Daun: Daun rami berbentuk seperti jantung dengan bagian sisinya bergerigi halus. Panjang daun antara 10-20 cm dan lebar 5-12 cm. Daunnya hijau muda hingga tua mengkilap pada bagian atas. Daun bagian bawah berwarna putih keperakan dan berbulu halus pada bagian punggungnya. Daun rami dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan pupuk hijau. Ukuran daun rami dikelompokkan dalam dua tipe yaitu tipe rami berdaun sempit seperti klon Pujon 10, jawa Timur 3-0) dan tipe rami berdaun lebar seperti klon Bandung A, Pujon 301, dan Pujon 302. Pada umunya tipe berdaun lebar tidak cocok ditanam di daerah dataran rendah.

Bunga: Bunga tamanan rami tergolong bunga majemuk dengan biji sangat kecil. Pada beberapa varietas bunganya berwarna putih kehijauan, tetapi ada juga yang berwarna hijau kekuningan pada waktu masih muda dan berubah menjadi cokelat setelah tua. Bunga rami terikat mengelompok sebagai karangan bunga di sela-sela daun pada bagian bawah buku-buku batang.

Biji: Ukuran biji rami sangat kecil dan berbentuk bulat lonjong seperti telur. Warna biji rami cokelat kehitaman. Biji rami yang telah tua dan dibiarkan jatuh ke tanah akan tumbuh menjadi tanaman baru, namun dem

Tidak ada komentar:

Posting Komentar