Mengenal Tanaman Rami (Boehmeria
nivea)

Rami yang dalam bahasa latin dikenal dengan sebutan
Boehmeria nivea adalah tanaman penghasil serat untuk bahan baku tekstil. Rami
ini dikenal karena seratnya yang kuat dibandingkan serat kapas. Tanaman rami
ini sudah dikenal sejak ribuan tahun sebelum masehi, namun demikian industri
rami secara komersial baru berkembang setelah tahun 1930 an. Penghasil serat
rami terbesar di dunia saat ini adalah Cina, Filipina, Vietnam, Bangadesh dan
Brasil. Usaha pengembangan rami sebagai salah satu tanaman penghasil serat
cukup memiliki prospek yang luas, karena hingga saat ini industri tekstil
Indonesia masih sangat tergantung pada impor kapas, dimana sebesar 99% bahan
baku teksil berupa serat kapas yang digunakan oleh industri tekstil di
Indonesia berasal dari impor. Karakteristik tanaman Rami
Rami merupakan tanaman tahunan berumpun yang
menghasilkan serat dari kulit kayunya. Disamping kulit kayunya yang
dimanfaatkan sebagai penghasil serat, daunnya juga dapat dimanfaatkan menjadi
pupuk dan pakan ternak, bahkan pucuk daun rami dapat dijadikan sebagai minuman
kesehatan.
Di Jawa barat, tanaman rami dikenal dengan nama
haramay, sedangkan di Minangkabau dikenal dengan romin. Di Sumatera Barat
disebut kelu dan di Sulawesi dikenal dengan gambe. Dalam perdagangan
internasional tanaman ini dikenal dengan sebutan ramie. Ada dua spesies yang
populer di Indonesia yaitu Boehmeria nivea var. appropriate yang permukaan
daunnya berwarna putih keperakan dan Boehmeria nivea var. tenaccisima dengan permukaan
bawah daun berwarna hijau dan lebih sempit.
Sistematika botani tanaman rami sebagai berikut:
Divisi: Magnoliophyta, Kelas: Magnoliosida, Subkelas: Hammamelidae, Ordo:
Urticales, Famili: Urticaceae, Genus: Boehmeria, dan Spesies: Boemenia nivea.
Morfologi tanaman rami:
Akar: Rami mempunyai dua sistem perakaran, yaitu
akar umbi dan akar reproduksi. Akar umbi adalah pangkal akar yang menembus
tanah sampai kedalaman 25 cm. Akar ini lebih berfungsi sebagai penyimpan
cadangan makanan. Akar reproduksi (rizhoma) adalah akar yang menjalar di bawah
permukaan tanah sedalam kira-kira 10 cm. Pada rizhoma terdapat banyak mata
fishes yang dapat digunakan untuk perbanyakan tanaman.
Batang: Batang rami tinggi inclining. Bentuknya
silindris dengan breadth 12-20 mm. Ketinggian batang rami berkisar 200-250 cm.
Namun demikian ada beberapa jenis atau klon yang bisa mencapai ketinggian
hingga 300 cm. Batang biasanya akan bercabang jika terpotong. Akan tetapi
pertumbuhan cabang ini tidak dikehendaki karena serat diambil dari batang.
Dengan demikian maka pertumbuhan cabang pada batang akan menurunkan produksi
dan kualitas serat.
Daun: Daun rami berbentuk seperti jantung dengan
bagian sisinya bergerigi halus. Panjang daun antara 10-20 cm dan lebar 5-12 cm.
Daunnya hijau muda hingga tua mengkilap pada bagian atas. Daun bagian bawah
berwarna putih keperakan dan berbulu halus pada bagian punggungnya. Daun rami
dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan pupuk hijau. Ukuran daun rami
dikelompokkan dalam dua tipe yaitu tipe rami berdaun sempit seperti klon Pujon
10, jawa Timur 3-0) dan tipe rami berdaun lebar seperti klon Bandung A, Pujon
301, dan Pujon 302. Pada umunya tipe berdaun lebar tidak cocok ditanam di
daerah dataran rendah.
Bunga: Bunga tamanan rami tergolong bunga majemuk
dengan biji sangat kecil. Pada beberapa varietas bunganya berwarna putih
kehijauan, tetapi ada juga yang berwarna hijau kekuningan pada waktu masih muda
dan berubah menjadi cokelat setelah tua. Bunga rami terikat mengelompok sebagai
karangan bunga di sela-sela daun pada bagian bawah buku-buku batang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar